2.SLOT-SLOT YANG ADA DI MOTHERBOARD
apa sajakah bagian dari mothrboard??
Digambar terlihat salah satu contoh Motherboard dan
bagian-bagiannya, yang masing-masing bagian mempunyai fungsi yang berbeda.
Adapun bagian-bagian tersebut antara lain :
1. Socket Prosesor
:
Sebagai tempat meletakkan prosesor, yang mana antara
prosesor dan socket haruslah memiliki tipe yang sejenis.
2. Slot Memori :
Digunakan sebagai tempat meletakkan memori (RAM) komputer
sesuai dengan besar memori yang dibutuhkan.
3. Slot VGA :
Digunakan sebagai tempat meletakkan VGA Card. ( Bagi yang
butuh komputer dengan spesifikasi tinggi akan lebih baik menggunakan VGA yang
kapasitasnya besar)
4. FDD Header :
Digunakan sebagai media untuk menghubungkan antara Floopy
drive dan Mainboard.
5. HDD Header :
Digunakan sebagai media yang menghubungkan antara Hardisk
dan Mainboard.
6. PCI Slot :
Biasanya digunakan untuk card tambahan seperti sound card.
7. USB Header :
Biasanya digunakan untuk membuat slot USB tambahan dengan
bantuan kabel USB.
8. PCI
PCI (kepanjangan dari bahasa
Inggris: Peripheral Component Interconnect) adalah bus yang didesain untuk
menangani beberapa perangkat keras. Standar bus PCI ini dikembangkan oleh
konsorsium PCI Special Interest Group yang dibentuk oleh Intel Corporation dan
beberapa perusahaan lainnya, pada tahun 1992. Tujuan dibentuknya bus ini adalah
untuk menggantikan Bus ISA/EISA yang sebelumnya digunakan dalam komputer IBM PC
atau kompatibelnya.
Komputer lama menggunakan slot
ISA, yang merupakan bus yang lamban. Sejak kemunculan-nya sekitar tahun 1992,
bus PCI masih digunakan sampai sekarang, hingga keluar versi terbarunya yaitu
PCI Express (add-on).
9. ISA
Bus ISA (Industry Standard
Architecture) adalah sebuah arsitektur bus dengan bus data selebar 8-bit yang
diperkenalkan dalam IBM PC 5150 pada tanggal 12 Agustus 1981. Bus ISA
diperbarui dengan menambahkan bus data selebar menjadi 16-bit pada IBM PC/AT
pada tahun 1984, sehingga jenis bus ISA yang beredar pun terbagi menjadi dua
bagian, yakni ISA 16-bit dan ISA 8-bit. ISA merupakan bus dasar dan paling umum
digunakan dalam komputer IBM PC hingga tahun 1995, sebelum akhirnya digantikan
oleh bus PCI yang diluncurkan pada tahun 1992.
10. ISA 8-bit
Bus ISA 8-bit merupakan varian
dari bus ISA, dengan bus data selebar 8-bit, yang digunakan dalam IBM PC 5150
(model PC awal). Bus ini telah ditinggalkan pada sistem-sistem modern ke atas
tapi sistem-sistem Intel 286/386 masih memilikinya. Kecepatan bus ini adalah
4.77 MHz (sama seperti halnya prosesor Intel 8088 dalam IBM PC), sebelum
ditingkatkan menjadi 8.33 MHz pada IBM PC/AT. Karena memiliki bandwidth 8-bit,
maka transfer rate maksimum yang dimilikinya hanyalah 4.77 Mbyte/detik atau
8.33 Mbyte/detik. Meskipun memiliki transfer rate yang lamban, bus ini termasuk
mencukupi kebutuhan saat itu, karena bus-bus I/O semacam serial port, parallel
port, kontrolir floppy disk, kontrolir keyboard dan lainnya sangat lambat. Slot
ini memiliki 62 konektor.
Meski desainnya sederhana, IBM
tidak langsung mempublikasikan spesifikasinya saat diluncurkan tahun 1981, tapi
harus menunggu hingga tahun 1987, sehingga para manufaktur perangkat pendukung
agak kerepotan membuat perangkat berbasis ISA 8-bit.
11. ISA 16-bit
Bus ISA 16-bit adalah sebuah
bus ISA yang memiliki bandwidth 16-bit, sehingga mengizinkan transfer rate dua
kali lebih cepat dibandingkan dengan ISA 8-bit pada kecepatan yang sama. Bus
ini diperkenalkan pada tahun 1984, ketika IBM merilis IBM PC/AT dengan
mikroprosesor Intel 80286 di dalamnya. Mengapa IBM meningkatkan ISA menjadi 16
bit adalah karena Intel 80286 memiliki bus data yang memiliki lebar 16-bit,
sehingga komunikasi antara prosesor, memori, dan motherboard harus dilakukan
dalam ordinal 16-bit. Meski prosesor ini dapat diinstalasikan di atas
motherboard yang memiliki bus I/O dengan bandwidth 8-bit, hal ini dapat
menyababkan terjadinya bottleneck pada bus sistem yang bersangkutan.
Daripada membuat bus I/O yang baru, IBM ternyata hanya merombak sedikit saja
dari desain ISA 8-bit yang lama, yakni dengan menambahkan konektor ekstensi
16-bit (yang menambahkan 36 konektor, sehingga menjadi 98 konektor), yang
pertama kali diluncurkan pada Agustus tahun 1984, tahun yang sama saat IBM
PC/AT diluncurkan. Ini juga menjadi sebab mengapa ISA 16-bit disebut sebagai
AT-bus. Hal ini memang membuat interferensi dengan beberapa kartu ISA 8-bit,
sehingga IBM pun meninggalkan desain ini, ke sebuah desain di mana dua slot
tersebut digabung menjadi satu slot.
12. EISA
Bus EISA (Extended/Enhanced Industry Standard Architecture) adalah
sebuah bus I/O yang diperkenalkan pada September 1988 sebagai respons dari
peluncuran bus MCA oleh IBM, mengingat IBM hendak "memonopoli" bus
MCA dengan mengharuskan pihak lain membayar royalti untuk mendapatkan lisensi
MCA. Standar ini dikembangkan oleh beberapa vendor IBM PC Compatible, selain
IBM, meskipun yang banyak menyumbang adalah Compaq Computer Corporation. Compaq
jugalah yang membentuk EISA Committee, sebuah organisasi nonprofit yang
didesain secara spesifik untuk mengatur pengembangan bus EISA. Selain Compaq,
ada beberapa perusahaan lain yang mengembangkan EISA yang jika diurutkan, maka
kumpulan perusahaan dapat disebut sebagai WATCHZONE:
·
Wyse
·
AT&T
·
Tandy Corporation
·
Compaq Computer Corporation
·
Hewlett-Packard
·
Zenith
·
Olivetti
·
NEC
·
Epson
Meski menawarkan pengembangan yang signifikan jika dibandingkan dengan ISA
16-bit, hanya beberapa kartu berbasis EISA yang beredar di pasaran (atau yang
dikembangkan). Itu pun hanya berupa kartu pengontrol larik hard disk
(SCSI/RAID), dan kartu jaringan server.
Bus EISA pada dasarnya adalah versi 32-bit dari bus ISA yang biasa. Tidak
seperti MCA dari IBM yang benar-benar baru (arsitektur serta desain slotnya),
pengguna masih dapat menggunakan kartu ISA 8-bit atau 16-bit yang lama ke dalam
slot EISA, sehingga hal ini memiliki nilai tambah: kompatibilitas ke belakang
(backward compatibility). Seperti halnya bus MCA, EISA juga mengizinkan
konfigurasi kartu EISA secara otomatis dengan menggunakan perangkat lunak,
sehingga bisa dibilang EISA dan MCA adalah pelopor "plug-and-play",
meski masih primitif.
Bus EISA menambahkan 90 konektor baru (55 konektor digunakan untuk sinyal
sedangkan 35 sisanya digunakan sebagai ground) tanpa membuat slot ISA 16-bit
berubah. Sekilas, slot EISA 32-bit sangat mirip dengan slot ISA 16-bit. Tapi,
berbeda dari kartu ISA yang hanya memiliki satu baris kontak, kartu EISA
memiliki dua baris kontak yang bertumpuk. Baris pertama adalah baris yang
digunakan oleh ISA 16-bit, sementara baris kedua menambahkan bandwidth menjadi
32-bit. Karenanya, kartu ISA yang lama masih dapat bertahan meskipun berganti
motherboard. Meski kompatibilitas ini merupakan sesuatu yang bagus, ternyata
industri kurang begitu meresponsnya. Akhirnya, fitur-fitur EISA pun
ditangguhkan untuk mengembangkan bus I/O yang baru, yang disebut dengan VESA
Local Bus (VL-Bus).
Bus EISA dapat menangani data hingga 32 bit pada kecepatan 8,33 MHz, sehingga
transfer rate maksimum yang dapat dicapainya adalah 33 MByte/detik. Timing
(latency) EISA juga berpengaruh pada kecepatan transfer data pada kartu EISA.
Ukuran dimensi fisik slotnya (panjang, lebar, tinggi) adalah 333,5 milimeter,
12,7 milimeter, 127 milimeter.
Slot VGA
Slot VGA merupakan desain baru yang menggunakan saluran 128 bit
dan khusus untuk meningkatkan kinerja video adapter 3D (tiga
dimensi) yang dinamakan AGP. Selain mampu mendukung 3D, kerja AGP dua kali
lebih cepat daripada PCI dengan menggunakan jalur khusus data grafis dengan
slot tersendiri.
Berikut ini aalah tipe slot AGP dan bandwith yang
dimilikinya.
Tipe slot AGP
|
Bandwith
|
AGP 1x
|
266 MB/s
|
AGP 2x
|
533 MB/s
|
AGP 4x
|
1066 MB/s
|
AGP 8x
|
2133 MB/s
|
Kecepatan yang dimiliki AGP 8x dicapai dengan arsitektur yang biak
dan dengan meningkatkan clock dari core dan memori. Pada saat ini, semua AGP
mengguankan frekuensi dan lebar data yang sama, yaitu dengan frekuensi sebesar
66 Mhz dan lebar data sebesar 32 bit. Oleh karena itu, perbedaan kecepatan
transfer maksimum yang dimiliki terletak pada banyaknya data yang bisa
ditransfer untuk setiap clock-nya.
Slot Memori/RAM
Fungsi dari slot ini adalah untuk meletakkan RAM. Setiap tipe
motherboard memiliki jenis slot memori yang berbeda. Slot memori sangat mudah
dikenali karena memiliki pin (kaki) yang banyak. RAM (random acces memory)
merupakan memori eksternal sebagai tempat penyimpan data sementera yang akan
diproses oleh prosesor. RAM yang digunakan pada suatu motherboard tergantung
pada jenis slot RAM yang ada. Jenis slot RAM pada motherboard sebagai berikut.
- Slot
RAM EDO dengan kaki 30 pin (soket SIMM RAM) dan 72 pin (soket DIMM RAM)
- Slot
SDRAM dengan kaki 168 pin.
- Slot
DDR SDRAM dengan kaki 182 pin.
- Slot
RDRAM (Rambus) dengan kaki 182 pin.
Cock Generator Chip
Clock generator chip berfungsi untuk membangkitkan clock yang
menjadi dasar beroperasinya seluruh proses di motherboard.
USB (Universal Serial Bus)
USB merupakan salah satu port komunikasi. Tipe
USB yang terbaru adalah USB 2.0 yang memiliki kecepatan transfer data sebesar
60 MB/s (40x lebih cepat dari USB 1.1 yang sebesar 1.5 MB/s).
USB antara lain dimanfaatkan untuk CD-ROM eksternal, CD-writer
eksternal, scanner, printer, kamera digital, modem eksternal, modem DSL, modem
kabel, removable disk drive, dan optical disk drive.
Serial Port
Port ini terdiri dari 10 pin tetapi yang digunakan hanya 9 pin.
Umumnya motherboard memiliki 2 port serial, satu untuk serial 1 (COM 1) dan
satu lagi untuk serial 2 (COM 2).
Serial port akan mengambil setiap byte data dan mentransmisikan
satu per satu dalam 8 bit. Serial port hanya membutuhkan satu kabel untuk
mentransmisikan 8 bit, sedangkan kekurangannya akan ditransmisikan sebanyak 8
kali data jika terdapat 8 kabel. Serial port standar mampu mengirimkan data
dengan kecepatan 115 KB per detik, sedangkan serial port kecepatan
tinggi bisa mencapai 460 KB per detik.
Paralel Port
Port ini terdiri dari 26 pin, tetapi yang digunakan
hanya 25 pin. Kabel konektornya terdiri dari 25 kabel dengan dua head. Satu head ke
motherboard dan head yang lain dihubungkan ke perangkat lain,
seperti printer dan plotter.
Paralel port mengirim 8 bit data (1 byte) pada saat yang sama
secara paralel. Paralel port standar mengirimkan data dengan kecepatan 50-100
KB per detik.
Interface IDE
Interface IDE digunakan untuk menghubungkan motherboard
dengan komponen-komponen penyimpanan data yang bertipe IDE, seperti harddisk,
CD-ROM, DVD-ROM, CD-writer, dan DVD-writer. Interface
IDE ini memiliki 40 pin dan tidak memerlukan I/O card.
Interface FDD
Interface FDD mirip dengan interface IDE,
tetapi hanya terdiri dari 34 pin. Ciri khusus konektor yang terhubung
dengan interface FDD adalah adanya tanda sobekan pada kabel
pada kabel datanya. Interface FDD digunakan untuk
menghubungkan motherboard dengan floppy disk sebagai penyimpanan data.
Pada saat ini telah ada ZIP drive yang memiliki keunggulan dalam
menampung data jika dibandingkan dengan FDD drive. ZIP mampu menampung data
sebesar 120 Mb, sedangkan FDD hanya bisa menampung data sebesar 1,44 Mb. Namun,
ZIP drive jarang digunakan karena kemampuannya untuk membaca data lambat.
PIN Group
PIN group adalah sekumpulan konektor yang berhubungan dengan kabel
reset, HDD LED, power LED, speaker, dan power switch.
Tegangan Regulator
Tegangan regulator berfungsi untuk memberikan suplai tegangan yang
tepat dan stabil kepada prosesor.
Jumper dan DIP Switch
Seting jumper merupakan cara untuk mengaktifkan atau tidaknya
suatu peralatan pada kondisi tertentu. Cara melakukan seting jumper yaitu
dengan menghubungkan satu pin (kaki) ke pin yang lain dengan menggunakan “cap
jumper”. Jika pin dihubungkan dengan pin yang lain, statusnya adalah “ON” atau
“Short”, sedangkan jika tidak dihubungkan statusnya adalah “OFF” atau “Open”.
DIP Switch juga merupakan cara untuk mengaktifkan atau tidaknya suatu peralatan
pada kondisi tertentu. Namun caranya akan lebih memudahkan bagi para pemakai PC
karena cukup menset DIP switch.
Akan tetapi kedua cara ini agaknya mulai ditinggalkan, karena saat
ini untuk mengaktifkan atau tidaknya suatu peralatan pada kondisi tertentu
cukup lewat BIOS untuk mengatur hardware, atau lebih dikenal dengan istilah
“jumper free”.
Slot RAM untuk Komputer XT
Slot ini masih berbentuk soket IC yang dinamakan DIP (dual in
line package). Saluran ini mampu menampung memori sebesar 128 sampai 640
KB. RAM pada komputer XT menggunakan jenis DRAM (dynamic IC random acces
memori).
Slot SIMM
Slot SIMM (single in line memory modul) adalah saluran RAM
yang sudah menggunakan memori dalam satu wadah. Model SIMM dapat dibedakan
menjadi 2 jenis sebagai berikut.
Slot ini mempunyai 30 saluran transfer data dan dapat menampung
memori sebesar 256 KB sampai 4 MB. RAM 30 pin ini juga dibedakan menjadi dua,
yaitu parity (mempunyai IC memori ganjil) dan non
parity(mempunyai IC memori genap).
Slot ini mempunyai 72 saluran transfer data dan dapat menampung
memori sebesar 1 sampai 32 MB. RAM 72 pin ini juga dibedakan menjadi dua, yaitu
EDO (es\xtended data out) dan non EDO.
Slot DIMM
Slot DIMM (dual in line memory module) merupakan teknologi
RAM terbaru sebagai penerus teknologi SIMM. Slot DIMM terdiri dari SDRAM, DDR
SDRAM, dan RD RAM.
SDRAM
Slot DIMM untuk SDRAM (synchronous dynamic RAM)
memiliki 168 pin saluran transfer data dan memiliki ciri-ciri adanya 2 celah di
kakinya. Slot DIMM untuk SDRAM ini mampu menampung memori antara 16 MB sampai
512 MB, tergantung dari kemampuan motherboard dan slot yang disediakan.
Sekarang ini, ukuran DSRAM yang ada adalah 16 MB, 32 MB, 64 MB, 128 MB, 256 MB,
dan 512 MB. DIMM SDRAM ini juga dapat kita bedakan berdasarkan busnya (FSB),
yakni 66 MHz, 100 MHz, dan 133 MHz.
SDRAM ini biasa dipasang dengan ukuran yang berbeda tetapi harus
diusahakan dengan kecepatan (Bus/FSB) yang sama. Performansinya akan lebih baik
lagi jika SDRAM tersebut berasal dari vendor yang sama.
DDR SDRAM
DDR SDRAM ini mempunyai kecepatan hampir dua kali lipat dari SDRAM
dan mempunyai 182 pin. Memori jenis DDR SDRAM ini dapat mentransfer data pada
saat naik atau turun. Untuk membedakan DDR SDRAM dan SDRAM secara fisik dapat
dilihat pada celah di kakinya. DDR SDRAM hanya mempunyai 1 celah. Ukuran DDR
SDRAM saat ini adalah 128 MB, 256 MB, 512 MB, dan 1 GB. Ada beberapa tipe DDR
SDRAM, yakni DDR SDRAM Pc 1600 (200), DDR SDRAM Pc 2100 (266), DDR SDRAM Pc
2700 (333), DDR SDRAM Pc 3200 (400), dan DDR SDRAM Pc 3700.
Salah satu perkembangan terbaru memori DDR SDRAM yang mulai
diperkenalkan saat ini adalah teknologi dual channel. Teknologi ini sebenarnya
dapat dikatakan sudah lama karena sudah diterapkan pada memoi jenis RDRAM.
Cara pemasangan modul dual channel paa DDR SDRAM sama dengan pemasangan
memori biasa. Hanya saja, pada pemasangannya dibutuhkan dua keping memori
dengan kecepatan dan kapasitas yang sama agar motherboard dapat “mengeluarkan”
teknologi ini. Cara kerjanya harus pada synchronus mode, yang
artinya FSB dari prosesor dengan clock memori seharusnya diset pada nilai yang
sama. Memori DDR hanya bisa bekerja sebagai DDR dual channel Jika
menggunakan dua modul DIMM pada dua slot yang berbeda secara bersamaan. Untuk
menghindari terjadinya masalah, disarankan modul memori yang dipasang
menggunakan cip yang berasal dari pabrikan yang sama dengan ukuran yang sama
pula .
VGA Card
Pada komputer generasi lama, pemprosesan grafis ke layar hanya
mengandalakn krja prosesor. Seiring perkembangan teknologi, saat ini telah
tersedia VGA card (video grapic array) yang didesain untuk bisa melakukan
rendering grafis 3D secara penuh dan efisien tanpa perlu campur tangan
CPU/Prosesor lagi. Kartu grafis telah mempunyai prosesor sendiri yang disebut
GPU (Graphic prosesor unit), sehingga beban prosesor utama menjadi berkurang.
Pemasangan kartu grafis ke motherboard harus menyesuaikan jenis
kartu grafis dengan slot pada motherboard. Misalnya, kartu grafis berbasis AGP
harus ditancapkan pada lsot AGP yang berwarna cokelat. Pemasangan ini tidak
boleh asal. Kita harus terlebih dahulu memeriksa tipe slot AGP pada motherboard
dan tipe VGA card yang digunakan (2x, 4x, atau 8x). Setiap jenis slot AGP dan
VGA card memiliki basis tegangan yang berbeda yaitu 1,5 V, 3,3 V, dan 0,8 V.
Jika terjadi salah pemasangan, ada kemungkinan motherboard akan terbakar. Kita
bisa megatur setingan VGA card ini pada menu BIOS. Sementara itu, jika kartu
grafisnya jenis PCI, kita bisa menancapkannya pada salah satu slot PCI yang
berwarna putih.
Berikut ini adala tipe AGP dan tegangannya.
Versi
|
Tipe AGP
|
Tegangan
|
AGP 1.0
|
Kecepatan AGP 1x dan
2x
|
Tegangan 3,3 Volt
|
AGP 2.0
|
Kecepatan AGP 1x, 2x,
dan 3x
|
Tegangan 1,5 Volt
|
AGP 3.0
|
Kecepatan AGP 4x dan
8x
|
Tegangan 0,8 Volt
|
Perkembangan terbaru di bidang kartu grafis membawa sedikit
perubahan pada jumlah tenaga yang harus disediakan oleh sistem. Hal ini terjadi
karena kartu grafis terbaru membutuhkan tenaga lebih besasr dalam menjalankan
beragam operasi. Misalnya, ATI Radeon 9700 pro yang menggunakan tipe AGP 8x
memerlukan tenaga tambahan yang di peroleh dengan cara menggunakan kabel
konektor lain seperti FDD atau kabel tambahan sebesar 5 volt.
Secara teori AGP 8 x mampu mentransfer data dua kali lebih cepat
daripada kecepatan transfer maksimum AGP 4x. Dengan kecepatan transfer maksimum
yang lebih besar, AGP 8x ini diharapkan mampu memenuhi grafis yang tinggi.
Supaya rating data yang tinggi ini mampu ditransfer melalui konektor, AGP 8x
ini menggunakan teknologi bus yang disebut sebagai parallel terminated bus yang
membutuhkan teganan 0,8 V.
Memori kartu grafis juga dibagi menjadi dua jenis, yaitu ada yang
menggunakan SDRAM dan ada yang menggunakan DDRRAM. Kapasitas SDRAM yang
digunakan oleh kartu grafis adalah 4, 8, 16, 32, dan 64 MB sedangkan jenis
DDRAM adalah 32, 64, dan 128MB. Untuk memilih VGA card, sebaiknya terlebih
dahulu memilih chip yang hendak dipakai, seperti Nvidia, ATI, SIS, atau Matrox.
Setelah itu baru memilih merek VGA card yang hendak dipakai, seperti ASUS, MSI,
GIGABYTE, WINFAST, LEADTEK, dan PIXEL VIEW.